Halaman

Senin, 04 Juni 2012

nada kehidupan


Hari ini, ni’mat yang ditanamkan Tuhan dihatimu sedang dipinjamnya lagi. Mungkin karena dirimu menyia-nyiakan kesempatan agung itu. harusnya kamu koreksi dirimu sendiri, apa yang membuatmu pantas untuk mendapatkan hal seperti ini. Kau kecewa, itu sudah pasti. Kau, sedih, itu memang pantas kau terima. Kau sendiri acuh dengan dirimu, bagaimana orang lain tidak akan acuh pada dirimu ?. sekarang bukan saatnya kau terpuruk pilu menyesali apa-apa yang telah berlalu. Belajarlah, ,,!!!
Selama kau masih bisa merasakan hembusan angin malam, Ada takdir Tuhan yang lain menunggumu. Selama kau masih bisa merasakan hangat sinar mentari pagi, ada takdir Tuhan yang lain menantimu. Selama hatimu masih bisa merasakan denyut kehidupan, ada takdir Tuhan lain yang akan menjemputmu.
Siapkan dirimu, siapkan hatimu dengan ketegaran-ketegaran baru.
Inilah nikmat yang hakiki, saat kau benar-benar merasa dirimu adalah mahluk yang paling rendah. Saat kau benar-benar merasa dirimu adalah mahluk paling hina.
Inilah nikmat yang hakiki, dia mengajarkanmu arti kekalahan. Dia mengajarkanmu untuk bersimpuh. Dia yang menegur kecongkakan-kecongkakanmu selama ini, dan dia pula yang mengantarkanmu kembali pada Ilahi Rabbi.
Tak perlu bersedih, bukankah ini sudah sering kau rasakan ? itu berarti kau sudah terbiasa dengan kekalahan seperti ini. Tak perlu menangis, karena cucuran air matamu hanya akan membuatmu semakin kurus. Tersenyumlah, meski senyum itu palsu, setidaknya orang lain tak akan tau dari airmukamu.
Sekarang ambilah selembar tisu dan usap airmatamu.
Tidurlah, biarlah sejenak masalah itu lenyap dalam kehidupanmu.