Hari ini, ni’mat yang ditanamkan Tuhan dihatimu sedang
dipinjamnya lagi. Mungkin karena dirimu menyia-nyiakan kesempatan agung itu.
harusnya kamu koreksi dirimu sendiri, apa yang membuatmu pantas untuk
mendapatkan hal seperti ini. Kau kecewa, itu sudah pasti. Kau, sedih, itu
memang pantas kau terima. Kau sendiri acuh dengan dirimu, bagaimana orang lain
tidak akan acuh pada dirimu ?. sekarang bukan saatnya kau terpuruk pilu
menyesali apa-apa yang telah berlalu. Belajarlah, ,,!!!
Selama kau masih bisa merasakan hembusan angin malam, Ada
takdir Tuhan yang lain menunggumu. Selama kau masih bisa merasakan hangat sinar
mentari pagi, ada takdir Tuhan yang lain menantimu. Selama hatimu masih bisa
merasakan denyut kehidupan, ada takdir Tuhan lain yang akan menjemputmu.
Siapkan dirimu, siapkan hatimu dengan ketegaran-ketegaran
baru.
Inilah nikmat yang hakiki, saat kau benar-benar merasa
dirimu adalah mahluk yang paling rendah. Saat kau benar-benar merasa dirimu
adalah mahluk paling hina.
Inilah nikmat yang hakiki, dia mengajarkanmu arti kekalahan.
Dia mengajarkanmu untuk bersimpuh. Dia yang menegur kecongkakan-kecongkakanmu
selama ini, dan dia pula yang mengantarkanmu kembali pada Ilahi Rabbi.
Tak perlu bersedih, bukankah ini sudah sering kau rasakan ?
itu berarti kau sudah terbiasa dengan kekalahan seperti ini. Tak perlu
menangis, karena cucuran air matamu hanya akan membuatmu semakin kurus.
Tersenyumlah, meski senyum itu palsu, setidaknya orang lain tak akan tau dari
airmukamu.
Sekarang ambilah selembar tisu dan usap airmatamu.
Tidurlah, biarlah sejenak masalah itu lenyap dalam
kehidupanmu.
